Cara Memilih Domain Untuk Website Bisnis

Cara Memilih Domain Untuk Website Bisnis

Annysa Ayu , , ,

Ketika Anda ingin memulai suatu bisnis, dan bermaksud menggunakan online marketing sebagai sumber pemasaran Anda, maka Anda perlu membuat sebuah website bisnis.

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan saat memilih domain untuk website bisnis Anda adalah memilih nama domain yang tepat untuk bisnis Anda tersebut.

Jika Anda telah memiliki sebuah nama untuk branding bisnis Anda, Anda bisa menggunakan branding bisnis Anda tersebut untuk domain. Misalnya, jika Anda menggunakan branding "Dpawon", dan Anda bergerak di bidang bisnis catering, maka Anda bisa menggunakan nama domain Dpawon.com atau DpawonCatering.com.

Lalu apa kelebihan dan kekurangan menggunakan branding untuk nama domain? Mari kita ulas bersama-sama.

Keyword on Domain Name atau Brand on Domain Name?

Memang menempatkan Keyword on Domain Name itu lebih baik, contohnya jika Anda mentargetkan keyword "Catering Jakarta" sebagai target keyword utama Anda, Anda bisa saja menggunakan nama domain CateringJakarta.com atau CateringJakarta.net.

Namun ketika Anda mencoba melakukan penelusuran dengan keyword "Catering Jakarta", dan menemukan website bisnis kompetitor Anda juga turut tampil di halaman pertama mesin pencari, bukankah itu berarti peluang Anda mendapatkan pelanggan potensial Anda menjadi berkurang? Bisa saja calon pelanggan tersebut justru membuka website bisnis kompetitor Anda karena alasan judul yang menarik atau bisa jadi website bisnis Anda tidak berada di peringkat paling atas di halaman pertama mesin pencari karena Anda tidak melakukan optimasi SEO secara baik. Bukankah itu ironis?

Memang, ketika Anda berhasil mengakuisisi sebuah nama domain yang mengandung keyword itu berarti Anda telah mendapatkan 1 point lebih dibanding kompetittor bisnis Anda, namun sadarilah ketika banyak pakar SEO dan ahli SEO yang menawarkan jasa seo murah, kompetitor bisnis Anda bisa saja memilih menggunakan jasa seo mereka untuk optimasi seo website bisnis mereka, dan jika peringkat Anda tidak lebih baik dari kompetitor Anda tersebut, percayalah Anda tidak akan pernah mendapatkan tujuan bisnis Anda dengan lebih baik.

Top Level Domain atau General Top Level Domain?

Pertanyaan berikutnya adalah apakah Anda lebih baik menggunakan Top Level Domain atau General Top Level Domain?

Sebagai contoh, jika branding Anda adalah "Dpawon", dan Anda adalah penyedia jasa catering, Anda bisa juga memilih General Top Level Domain seperti Dpawon.catering.

Namun ketika Anda mencoba menanyakan ke beberapa orang lebih mudah diingat yang mana, antara Dpawon.catering atau DpawonCatering.com, pasti orang akan memilih DpawonCatering.com.

Saya telah mencoba melakukan survey kecil-kecilan terhadap orang umum yang tidak mengerti tentang internet, dan menemukan bahwa 80% orang awam hanya mengenal .Com dan sisanya mengenal Top Level Domain lainnya seperti .Co.Id, .Org, .Id, atau .Net.

Meskipun banyak orang yang telah mengerti tentang internet, dan tidak begitu mempedulikan apakah itu subdomain, Top Level Domain, atau General Top Level Domain, selama informasi yang mereka cari bisa mereka dapatkan, apa pun domain atau subdomain yang Anda gunakan tidak pernah menjadi masalah.

Namun mengingat masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang dunia internet, sebaiknya Anda memilih .Com untuk domain name Anda.

Jadi, kembali kepada diri Anda, mau memilih Keyword on Domain Name atau Brand on Domain Name, Top Level Domain atau General Top Level Domain, silakan pilih sesuai keinginan Anda! Selamat berbisnis.

Read More..
Cara Bisnis Nasi Kotak

Cara Bisnis Nasi Kotak

Annysa Ayu , ,

Memulai Bisnis Catering Nasi Kotak Jakarta. Untuk Anda yang hobby memasak dan hendak membuka usaha baru, bisnis catering Nasi Kotak Jakarta bisa jadi salah satu pilihan buat bisnis sampingan Anda. Memulai bisnis ini dapat dilakukan dengan atau tanpa harus terjun langsung. Bila Anda memutuskan untuk tidak terjun langsung menangani usaha baru Anda ini, itu berarti Anda cuma perlu menyediakan modal dan tempat untuk melakukan aktivitas bisnis Catering Jakarta ini. Namun Anda pasti akan lebih bergairah untuk langsung menggeluti bisnis ini secara langsung. Selain karena baru memulai usaha, juga karena bisnis ini memang salah satu bisnis yang begitu menarik. Peluang bisnis Nasi Kotak Jakarta pun bisa dibilang baik saat ini, karena kebanyakan orang bila menyelenggarakan perhelatan yang dihadiri banyak orang seperti pengajian, arisan, buka puasa, atau Halal Bi Halal, lebih sering memesan Nasi Kotak. Catering ini termasuk salah satu cara penyediaan makanan yang sangat disukai banyak orang karena penyajiannya yang sangat praktis. Bisnis Nasi Kotak Jakarta bisa jadi salah satu bisnis sampingan bagi ibu rumah tangga yang tidak mempunyai pekerjaan tetap di rumah.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda memutuskan untuk menekuni usaha ini, antara lain:

1. Hobi Memasak

Ketika menggeluti sebuah usaha, biasanya pada waktu tertentu Anda akan dihinggapi perasaan jenuh, begitu juga ketika Anda menekuni bisnis ini. Lain cerita bila Anda melakukan usaha Nasi Kotak karena hobi. Bila Anda memiliki hobi memasak pasti Anda akan dengan perasaan senang menjalankan bisnis catering ini.

2. Modal

Modal usaha adalah salah satu faktor yang jadi pertimbangan pertama kali bagi semua orang ketika mulai suatu usaha. Walaupun Anda bisa menyewa alat masak melalui penyedia Jasa sewa alat catering, namun lebih baik Anda membeli beberapa peralatan memasak untuk mendukung kegiatan bisnis Nasi Kotak Anda setiap hari, meskipun sebenarnya menggunakan beberapa peralatan memasak yang sudah dimiliki juga bisa untuk memulai bisnis Nasi Kotak Jakarta, namun pasti akan lebih efektif bila Anda memiliki beberapa perlengkapan dapur lainnya dengan ukuran yang lebih besar untuk mengolah lebih banyak makanan, sebab Anda akan lebih sering mengolah makanan dalam jumlah besar, tidak seperti jumlah makanan yang Anda olah sebelumnya. Ini berguna bila Anda menerima pesanan Nasi Kotak Jakarta dalam jumlah banyak.

3. Tempat Usaha

Untuk memulai bisnis Nasi Kotak Jakarta, Anda bisa memulai di rumah Anda sendiri. Meskipun kurang strategis, tapi Anda bisa mencoba dengan pemasaran yang baik. Buatlah kartu nama dan brosur agar calon pelanggan bisa menghubungi Anda. Anda juga dapat menggunakan internet marketing untuk menjaring pelanggan baru dengan membuat blog atau website. Lalu pilihlah salah satu ruangan yang cukup lapang sebagai dapur untuk kegiatan memasak makanan, karena Anda akan mengolah makanan dalam jumlah cukup banyak.

4. Pengetahuan Kuliner

Anda butuh menambah pengetahuan kuliner Anda agar memiliki wawasan kuliner yang lebih luas, misalnya dengan mengikuti seminar atau kursus memasak. Ini penting karena Anda perlu memiliki banyak pengetahuan tentang variasi menu. Dengan menu Nasi Kotak yang bervariasi, pelanggan bisnis Anda akan lebih mudah memilih menu yang sesuai dengan kegiatan yang hendak dilaksanakan. Sehingga pelanggan Anda dapat mencoba berbagai variasi menu yang berbeda setiap memesan Nasi Kotak Jakarta untuk acara yang mereka selenggarakan.

Selain itu, wawasan kuliner Anda tentang resep dan makanan bisa berguna bila ada permintaan menu sesuai keinginan pelanggan ketika memesan Nasi Kotak Jakarta kepada Anda.

5. Tim Kerja yang Terampil

Jika ada pesanan Nasi Kotak Jakarta dalam jumlah banyak, Anda akan butuh bantuan dari banyak orang untuk menangani pesanan yang diterima. Carilah beberapa orang yang terampil dan bisa bekerja dengan cepat. Anda bisa merekrut beberapa orang tambahan dari sekitar rumah Anda untuk membantu Anda melayani pesanan tersebut.

6. Pemasok Bahan Makanan

Hal paling penting berikutnya adalah Anda perlu memiliki tempat berlangganan pemasok bahan baku makanan untuk usaha baru Anda. Sehingga aktivitas bisnis Catering Jakarta Anda bisa berjalan tanpa kesulitan. Selain itu, supplier bahan makanan ini juga untuk mengantisipasi jika bahan baku yang Anda persiapkan ternyata tidak cukup untuk melayani pesanan dari pelanggan.

Dengan mengikuti beberapa saran persiapan di atas, Anda bisa mempersiapkan bisnis Anda dengan lebih baik lagi. Selamat memulai bisnis Nasi Kotak Jakarta, salam sukses!

Read More..
Bagaimana Memulai Bisnis Catering Kecil

Bagaimana Memulai Bisnis Catering Kecil

Annysa Ayu , ,

Jika Anda suka memasak dan ingin memulai sebuah bisnis, lalu berpikir menggabungkan kedua hal tersebut, Anda bisa memulainya dengan membuka sebuah usaha katering kecil-kecilan.

Katering tidak selalu berarti menyediakan makan siang untuk 300 orang untuk acara kantor / perusahaan, atau prasmanan untuk 500 tamu pada pesta resepsi pernikahan.

Coba mulai dengan melayani pesanan katering dalam jumlah kecil, misalnya dengan melayani makan malam untuk 50 orang, acara pesta ulang tahun untuk 100 orang, atau kopi / teh dan makanan ringan untuk acara pertemuan.

Setelah bisnis katering Anda berjalan untuk sementara waktu, kemudian putuskan untuk tetap melayani pesanan katering dengan jumlah kecil atau berkembang melayani pesanan katering dalam jumlah besar.

Langkah 1. Tuliskan apa saja yang Anda harus persiapkan untuk memulai usaha katering tersebut.

Persediaan / perlengkapan apa yang Anda miliki dan peralatan katering apa saja yang harus Anda beli.

Misalnya, piring dan peralatan memasak Anda saat ini mungkin tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk melayani pesanan katering dalam jumlah besar atau Anda mungkin harus membeli mesin pembeku yang cukup besar dan terpisah.

Anda juga harus menyiapkan peralatan untuk mengangkut makanan, menyajikan hidangan, lemari pendingin dan memikirkan cara untuk menjaga makanan tetap dalam kondisi baik / hangat.

Langkah 2. Menemukan pangsa pasar yang tepat dan banyak dicari, atau Anda merasa dapat unggul di pangsa pasar tersebut.

Sebagai jasa katering kecil Anda mungkin tidak memiliki kapasitas untuk memenuhi permintaan makan malam pernikahan untuk lebih dari 100 tamu, tapi sementara Anda bisa mencoba melayani pesta ulang tahun, acara pertunangan atau acara keluarga dalam jumlah terbatas.

Langkah 3. Menentukan menu katering untuk ditawarkan kepada calon pelanggan / konsumen.

Telitilah apa yang ditawarkan pesaing Anda.

Periksa dan lihat kedai makanan / restoran lokal mana saja yang juga menawarkan jasa katering.

Tentukan menu berdasar pada spesialisasi Anda dan pangsa pasar mana yang Anda ingin sasar.

Sehingga harga yang Anda tawarkan tetap kompetitif tetapi tetap memberikan keuntungan.

Harga dapat ditentukan dari tantangan dan lokasi di mana Anda tinggal,

Waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan hidangan,

Biaya bahan dan rencana besaran keuntungan yang Anda ingin capai.

Langkah 4. Cari vendor.

"catering lebih dari sekedar memasak," begitu kata salah satu pengusaha sukses di bidang jasa katering, dalam bukunya, "bagaimana memulai bisnis jasa catering rumahan."

Seringkali katering diharapkan dapat menyediakan peralatan dalam jumlah banyak --bahkan meja dan kursi di beberapa events-- serta makanan.

Cobalah teliti pemasok / supplier bahan dan jasa persewaan / rental peralatan yang mampu menyediakan peralatan yang Anda butuhkan di daerah Anda dari waktu ke waktu untuk saling bekerjasama.

Langkah 5. Mengembangkan rencana bisnis yang mencakup investasi tambahan yang Anda butuhkan untuk memulai selama tiga sampai enam bulan dari pendapatan.

Langkah 6. Mendapatkan izin yang diperlukan.

Anda akan memerlukan izin usaha dari pemerintah dan mungkin dari kota dan daerah di mana Anda tinggal.

Departemen kesehatan pada tingkat daerah atau Pusat akan memeriksa dapur Anda untuk memastikan keselamatan kerja dan untuk melihat apakah dapur Anda telah memenuhi standard kesehatan.

Namun, banyak dapur katering rumahan tidak memerlukannya.

Buatlah rencana untuk meng-upgrade dapur Anda atau menemukan dapur yang telah lulus inspeksi.

Sebuah restoran yang beroperasi hanya untuk makan malam saja memungkinkan untuk dapat Anda sewa untuk menggunakan dapur tersebut di luar jam kerja.

Sebuah lisensi makanan kemungkinan besar akan diperlukan.

Kamar dagang lokal atau konsultan business kecil dapat membantu Anda mencari tahu lisensi apa saja yang mungkin Anda perlukan.

Langkah 7. Mengembangkan program pemasaran untuk menjangkau klien potensial Anda.

Buatlah kartu nama dan brosur. Kemudian buatlah beberapa hidangan Anda dan mengambil foto untuk brosur dan website Anda.

Meskipun awalnya Anda berencana mengembangkan bisnis katering kecil, namun, sadarilah bahwa kini semakin banyak orang menggunakan internet untuk melakukan perbandingan ketika berbelanja.

Sebuah lembaga survey terkemuka mengatakan bahwa 74 persen hingga 80 persen dari orang antara usia 29 hingga 69 tahun menggunakan internet untuk membandingkan produk.

Jika Anda tidak memiliki website atau blog, percayalah, calon konsumen potensial tidak akan menemukan bisnis katering Anda.

Tips

  • Selalu berpakaian secara profesional dan jangan menggunakan pakaian yang penuh dengan noda makanan.
  • Saat Anda bekerja, usahakan selalu membawa baju ekstra atau apron.
  • Cobalah fokus menawarkan menu makanan terbatas yang luar biasa daripada menawarkan banyak pilihan masakan.
  • Namun jika ada pelanggan yang memiliki permintaan khusus, cobalah untuk menghormati permintaan itu.

Peringatan

Panggillah agen asuransi Anda.

Karena Anda akan menggunakan rumah Anda sebagai tempat usaha dan mobil Anda untuk bisnis, asuransi Anda mungkin berubah.

Periksa untuk melihat apakah Anda perlu cakupan kewajiban untuk kecelakaan dan jika seseorang jatuh sakit, atau berpikir mereka jatuh sakit karena makanan Anda.

Read More..